Geosynthetic

Geosintetik / Geosynthetic

Kalau bukan karena sebelumnya pengalaman bekerja atau belajar sebelumnya maka kita mungkin tidak tahu apa itu geosintetik. Tidak dipungkiri bahwa geosintetik merupakan material penting yang terlibat pada berbagai disiplin ilmu konstruksi. Artikel yang menjelaskan hal ini dapat dilihat di “Apa sih geosintetik ?” Namun hal lain yang patut diperhatikan adalah bagaimana memanfaatkan material geosintetik sesuai dengan aplikasi wilayahnya.  Civil Eng.Untuk itulah di halaman ini akan dibahas lebih lanjut mengenai fungsi2 mendetail dari masing2 jenis geosintetik s/d sample2 project. Secara garis besar, kita dapat membagi lingkup penggunaan geosintetik menjadi 3 :

  1. Civil Engineering
  2. Hydraulic Engineering
  3. Landfill Engineering

Dalam lingkup Civil Engineering, seperti nampak pada gambar di atas, geosintetik diaplikasikan pada jalan pavement/non-pavement, jembatan, Retaining Wall, Dam/Dyke/Embankment/Tanggul, talud, abutment, landasan pacu dan pula rel kereta.

hydraulic-eng

Hydraulic Engineering meliputi Jetty, breakwater, revetment, seawall, groyne, rip-rap. Sedangkan land fill engineering (environmental eng.) meliputi tempat pengolahan limbah, incinerator, tempat pembuangan akhir (TPA).

Dalam Pengerjaan suatu project geosintetik sangat penting diperhatikan 3 hal utama:

  1. Desain yg benar
  2. Material yg tepat
  3. Instalasi yg baik

3 Hal di atas akan tercapai bilamana telah memenuhi standar yg sesuai. Contohnya untuk desain, harus dipastikan bahwa perusahaan detail engineering atau konsultan dan yg ikut terlibat di dalamnya adalah yg kompeten di bidangnya. Sering kita jumpai pada suatu perusahaan mengerjakan yg bukan spesialisasinya, tentunya memperbesar terjadinya GIGO (Garbage in Garbage out) Bilamana desain kurang maka dipastikan konstruksi dan hasilnya juga kurang memuaskan atau bahkan berakibat pada masa layan yang tereduksi. Salah satu faktor kredibilitas perusahaan dapat dilihat dari sertifikat yg tlh dimilik perusahaan. Di Indonesia Sucofindo merupakan badan sertifikasi perusahaan yg menjamin hal itu, termasuk pula lembaga asing seperti Llyod’s, UKAS, dsb. Untuk material geosintetik jg tidak jauh berbeda, material yangg baik adalah material yang mempunyai sertifikasi dari lembaga asing dan telah melalui pengujian laboratorium. Untuk material direkomendasikan telah memenuhi uji yg dipersyaratkan spt BBA (British Board Agreement), EN ISO, ASTM, DIN. Di Indonesia sendiri belum ada aturan yg jelas mengenai geosintetik. Walaupun terlihat aneh, dengan mengetahui harga yang sedikit mahal tentunya kualitas juga akan mengikuti. Terlepas dari itu, budget juga merupakan faktor dalam penentuan ketiga hal ini. Di sisi Instalasi, yang dilaksanakan oleh kontraktor, merupakan faktor penting yang memegang peranan dari keberhasilan proyek. Sehingga pada  proyek besar dapat dipastikan akan ada third party yg berfungsi sbg pengawas spt konsultan pengawas, Quantity surveyor, dsb. Berikut menu lain yang berkaitan erat dengan geosintetik :

(CJP-221108)




%d bloggers like this: