Geokomposit (Geocomposite)

Geokomposit

Geokomposit adalah suatu material buatan yang bahan dasarnya terbuat dari Polypropylene atau Polyester, dimana geokomposit itu sendiri terdiri dari 2 atau lebih kombinasi material yang berbeda yaitu:

1. Geogrid (Lih.Gbr)

2. Geotekstil Non-Woven

Paling sedikit ada 5 karakteristik penting yg mjd pertimbangan dlm perencanaan struktur yg melibatkan geokomposit ini, yaitu:

 

1. Struktur / bentuk Material

2. Karakter stress-strain

3. Ketahanan mekanis dan kimia / biologi

4. Kekuatan design (untuk design jangka panjang)

5. Interaksi antara geokomposit dengan tanah

geogrid

Material geokomposit ini memiliki beberapa fungsi yaitu :

– Reinforcement (Perkuatan), berfungsi untuk meratakan tegangan pada jalan dengan mereduksi tegangan vertikal menjadi tegangan horizontal dan mengurang diferensial settlement pada badan jalan.

– Separation Layer (lapisan pemisah), berfungsi untuk memisahkan dua median yang berbeda untuk mecegah terjadinya percampuran kedua median tersebut.

– Filtrasi (penyaring), berfungsi untuk menyaring partikel-partikel halus agar tidak terbawa air.

– Proteksi (perlindungan), berfungsi untuk melindungi suatu material agar tidak rusak akibat benturan, gesekan atau impact, dalam hal ini dapat dikatakan sebagai sealing material.

 

Selain pemasangannya yang mudah (tidak memerlukan alat berat), geokomposit juga merupakkan solusi ekonomis apabila ketersedian material timbunan atau material pilihan bersifat terbatas dan mahal. Solusi geokomposit bisa dipadukan bersama metoda konvensional sebagai salah satu kombinasi baru dalam perencanaan dan pembangunan jalan raya. Desain struktur jalan yang tersusun dari beberapa lapisan yang ditambah dengan geokomposit dan dipasang diatas tanah dasar atau tanah pilihan dapat menambah durabilitas jalan tanpa mengurangi beban keekonomisan struktur.

comparison

Seperti nampak pada gambar, fungsi perkuatan diakomodir oleh geogrid dan fungsi pemisahan diakomodir oleh geotekstil yang terkomposit menjadi geokomposit. 3 kegunaan utama geogrid itu sendiri adalah:

1. Membantu proses konstruksi diatas tanah lunak

2. Meningkatkan masa layan dari struktur

3. Mengurangi material timbunan

Pada dasarnya geogrid bekerja dengan dua cara yaitu melalui apertur size (Diameter bukaan grid) dan friksi material. Apertur size bekerja saat timbunan masuk kedalam rongga ini dan pada akhirnya gaya vertikal akan ditransformasikan/ ditransisikan menjadi gaya horizontal oleh serat2/grid material geogrid. Disinilah dia berfungsi untuk meratakan tegangan. Berdasarkan pengujian laboratorium hampir semua material geogrid efektif pada gravel, kerikil, dll dgn ukuran dibawah 4-5 cm. Sedangkan friksi material jg ikut membantu interaksi dgn material timbunan namun tidak sesignifikan perubahan akibat pengaruh apertur size.

comparison-of-geotextileDari gambra di atas nampak perbedaan antara timbunan yg tdk menggunakan geotekstil/geotextile dgn yg menggunakan (Kanan). Secara logika material timbunan yg tdk mempunyai gradasi yg baik akan terjadi seperti demikian, stress/tegangan vertikal pada tanah menyebabkan partikel satu dgn yg lain bercampur dan akan semakin cepat apabila air ikut nimbrung, dijamin nilai cbr (California Bearing Ratio) akan turun sampai pd nilai kompaksi tertentu. Proses ini sering disebut juga intermixing atau pencampuran 2 material berbeda. Adanya geotekstil memisahkan 2 material yg bergradasi berbeda dan melindunginya dari erosi akibat air. Efeknya pada nantinya keseimbangan komposisi material timbunan akan selalu terjaga dan ikut mempertahankan nilai CBR yg tlh tercapai.

comparison-of-geogridTabel di atas merupakan hasil pengujian aktual dari 6 jenis geogrid yg berbeda. Komponen material dan proses produksi yg berbeda menyebabkan tiap material mempunyai nilai tertentu. Non woven geogrid PET memberikan nilai tertinggi pada tensile strength (Kuat tarik) pada elongasi rendah. Hal ini sgt membantu pada fasa pelaksanaan konstruksi, bila suatu material mempunyai kuat tarik tinggi saat elongasi rendah maka dia akan bekerja tepat saat tanah mulai ditimbun dan dipadatkan. Aperture size dan kekakuan material merupakan kunci utama dari material ini.

Sebenarnya masih banyak materi yg terlibat dlm penelitian dan artikel ini seperti interaksi material dgn tanah, design strength (Perencanaan struktur), robustness, dan karakteristik2 lainnya. I just share it with my own way.

Reference ; U.S. Army Corps of Engineers. (2003). Use of Geogrids in Pavement Construction. Department of The Army, Washington, D.C. TL No.1110-1-189

(CJP-021208)




%d bloggers like this: