Structure Reinforcement

8 02 2009

Before Strengthening

Foto di atas menunjukkan struktur kolom yang sudah mengalami degradasi dan defisiensi massa permanen. Sudah lazim diketahui bahwa zona splash zone merupakan daerah yang rawan terhadap korosi dan abrasi. Siklus basah dan kering yang terjadi berulang kali ditambah kondisi bergaram serta manifestasi ombak menambah berat beban yang harus ditanggung oleh konstruksi/bangunan pantai. Sudah tentu pula bangunan sipil dan pantai seyogyanya mendapatkan perlakuan yang berbeda pula. Teknologi perkuatan struktur (Reinforcement/ Strengthening) dapat menjawab tantangan ini. Tidak ada salahnya mengapa kita perlu tahu perlunya perkuatan suatu struktur:

  1. Error pada desain (Penggunaan standar/code yg invalid, missed spec./ drawing, etc.)
  2. Error pada konstruksi (Kurangnya pengetahuan/pengalaman dlm  instalasi dan QC)
  3. Error pada masa layan (Perubahan fungsi struktur, expired date of building, bencana, etc.)

Pada dasarnya perkuatan struktur bisa dilakukan dengan 3 cara:

  1. Concrete Jacketing
  2. Steel Reinforcement
  3. FRP (Fibre Reinforced Polymer) Technology

Ketiga metoda ini mempunyai karakteristik yg sama, yaitu penambahan material pada existing structure. Yang membedakan adalah material yg digunakan serta instalasinya. Tentunya masing2 mempunyai plus minus’nya. Kali ini saya akan bahas teknologi FRP.

Frp (Polymer)Fiber polymer dapat dibagi menjadi tiga yaitu glass (putih/bening), aramid (kekuningan) dan karbon (hitam). Masing2 fiber mempunyai kuat tarik ultimit krg lbh 500, 700 dan 1000 Mpa dengan ketebalan krg dari 5 mm. Dari sinilah mulai terlihat keuntungan FRP yaitu tipis, ringan dan kuat. Pengaplikasiannya yg mudah jg menjadi salah satu kelebihan sistem FRP. Coba lihat foto berikut:

Installation

Tanpa diperlukan peralatan berat dan khusus lainnya instalasi fiber tetap dapat dilakukan, bahkan dalam kondisi basah sekalipun. Dan berikut adalah kondisi setelah terpasang :

After

Keuntungan lain dari sistem ini:

  1. Re-Desain pada kondisi struktur dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanpa memerlukan biaya besar
  2. Ductibilitas yg sgt baik (Kuat terhadap beban fatigue akibat gelombang, gempa, dsb.)
  3. Berfungsi sbg coating/ pencegah korosi krn sifatnya yg impermeabel
  4. Menambah kapasitas struktur mulai dari axial, lateral, bearing, shear dan tensile strength

(CJP-080209)


Actions

Information

2 responses

12 09 2009
indomigas

Pak Adiet yth,
Seperti yang telah dijelaskan pada artikel ini, maka jelas akan berbeda bila diaplikasikan pada struktur seperti balok. Kekuatan struktur akan bertambah sesuai desain, karena bergantung dari karakteristik FRP yang akan digunakan. Peningkatan strength terjadi di semua aspek mulai dari bending capacity, shear dan axial. Hal ini tentunya sudah diuji pada banyak laboratorium bahan dan material pada beberapa universitas terkemuka di jakarta dan bandung.
Untuk anti blasting ini, juga pernah diujikan. Karena salah satu raw material FRP terbuat dari serat kevlar yang juga digunakan sebagai rompi anti peluru.
Semoga bermanfaat.
Salam,
CJP

11 09 2009
adiet

bagaimana bila FRP digunakan pada struktur balok
dan pengaruh kekuatannya, serta bila kita gunakan sebagai anti blasting pada gedung suatu bangunan bila terjadi ledakan?




%d bloggers like this: