Tranportation Procedure

26 10 2008

Prosedur ini diperlukan bilamana akan diadakan mobilisasi suatu equipment melalui laut. Pada umunya prosedur ini sangat berkaitan dengan dokumen lain seperti prosedur sea fastening, barge stability, towing calculation, dll.

Tatacara transportasi ini menjelaskan bagaimana suatu barge/tongkang /ponton yang telah bermuatan akan ditarik oleh tugboat dari suatu lokasi fabrikasi menuju tempat instalasi selanjutnya. Dokumen ini tetap merujuk pada banyak dokumen lain dan berfungsi untuk memastikan semua pekerjaan dilakukan dengan aman dan tetap memenuhi standar peraturan yang klien inginkan.

Aktifitas persiapan adalah salah satu hal yang harus dilakukan yaitu rencana rute pelayaran yang aman (Peta batimetri-dapat diperoleh dari dishidros TNI-AL Tanjung Priok), laporan cuaca terakhir dari BMG, dan safety briefing harus dilakukan sebelum dilakukan aktifitas tranportasi oleh semua personel yang terlibat.

Selama mobilisasi ini, harus dipastikan bahwa kargo/equipment (eg: vessel, shippedloose, dll) telah melalui perhitungan seafastening dengan benar. Layout arus dibuat jelas, mulai dari informasi barge dan tugboat. Sertifikat kapal dan barge masih valid dan telah memenuhi prosedur MSI (Marine Spread Inspection- Prosedur Inspeksi Utilisasi Kapal). 

Equipment Check List dipastikan ada dan masih bersertifikat agar memenuhi kebutuhan tranportasi. Equipment ini meliputi Bracket, Fair Lead, Chafing chain, Shackle, Bridle Wire dan Pendant Wire, dll.

  

Lebih dari itu Emergency Contingency Plan juga harus dibuat sebagai tindak lanjut apabila aktifitas ini diluar kontrol/kendali kita (Cuaca buruk, kebocoran, dll). (CJP-26oct08)


Actions

Information




%d bloggers like this: