Krisis Berdampak Pada Sektor Migas

12 10 2008

Selepas Lebaran tak terasa aktifitas di kantor terasa mulai bergairah. Banyak yang sudah masuk bekerja pada senin (061008) termasuk pula di departemen construction engineering. 

Foto ini merupakan salah satu anjungan yang berfungsi sebagai manifold platform dan didalamnya terdapat banyak perlengkapan besar seperti slug catcher, Knocked out (KO) drum, dsb. Diharapkan dalam bulan ini platform ini dapat segera load out dari yard.

Ada sedikit kegelisahan sepanjang proses fabrikasi ini berlangsung, mengingat manajemen perusahaan juga ditekan untuk segera menyelesaikan dengan seminimal mungkin kejadian near miss, First Aid Case (FAC), loss time injury (LTI) atau bahkan fatality.
Bisa dibayangkan bila project yang bernilai jutaan dollar tidak dapat selesai tepat waktu. Dimanapun juga 3 hal penting harus tetap dijaga yaitu Quality, Time dan Safety.

Sedikit menengok pada berita hangat anjloknya indeks saham IHSG, Hanseng, Dowjones, Nikkei pada beberapa hari kemarin juga mempengaruhi harga minyak menjadi berkisar 88$ US per barrel. Ekspor OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) turun 340000 barel per hari pada survey bulan September ini. Rupiah pun juga menurun dengan harga jual diatas IDR 10.000 dan harga beli diatas IDR 9.000.

Perusahaan migas PT Bakrie Brothers Tbk juga tengah melakukan pembicaraan dengan investor untuk menjual saham anak usahanya (rasionalisasi investasi).

Semoga krisis ini cepat berakhir. Memang mudah untuk berkata tanpa melakukan suatu tindakan, tetapi paling tidak kita harus berani mencoba melangkah kedepan.

Hidup untuk berjuang.

(CJP-121008)


Actions

Information

One response

12 10 2008
Mr WordPress

Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.




%d bloggers like this: